Pengikut

Sabtu, Oktober 19, 2019

Table dan Formula

Materi ajar.     : Fungsi table dan Formula
Kelas.              : X IPS 2, X IPA 1, X IPS 3
JP.                     : 2 JP ( 90")
Pertemuan.    : 14
Pada Microsoft Word kita dapat menggunakan formula pada tabel untuk membuat penjumlahan, mencari nilai rata-rata, maksimal, minimal dan sebagainya.
Berikut cara-cara menggunakan formula.

I. Cara Membaca Baris dan Kolom pada Tabel

Pertama-tama kita perlu memahami cara membaca kolom dan baris pada tabel untuk mempermudah menggunakan formula.
    Baris Kolom Tabel
  • Setiap kotak pada tabel akan menjadi sel seperti pada lembar kerja Excel, yang merupakan gabungan dari baris (1,2, 3, dst) dan kolom (A, B, C, dst).
  • Untuk kolom pertama (A) dan baris 1 disebut sel A1, kolom kedua (B) dan baris 2 disebut sel B2, dan seterusnya (lihat gambar).

II. Cara Menggunakan Formula pada Tabel

    Penjumlahan pada Tabel
  1. Misalnya kita akan melakukan penjumlahan.
  2. Klik sel pada tabel yang ingin ditempatkan hasil penjumlahan. Contoh di sini pada sel C2 atau di A4 (lihat gambar).
  3. Bila menggunakan:
    • Word 2003: pada menu Table, klik Formula.
    • Word 2007/2010/2013: pada Table ToolsLayout tab, Data group, klik Formula.
  4. Microsoft Word akan memberikan formula:
    • =SUM(ABOVE) bila sel yang dipilih berada di bawah kolom angka.
    • =SUM(LEFT) bila sel yang dipilih berada di sebelah kanan baris angka.
    • Formula Dialog Box
  5. Untuk mengatur format angka, pada Number Format, bila bentuk format yang diinginkan.
  6. Tekan OK, bila sudah selesai.

III. Cara Melihat Tampilan Formula

  1. Klik pada sel yang berisi formula sehingga berwarna abu-abu (lihat gambar) dan tekan SHIFT+F9.
  2. Tekan kembali SHIFT+F9 untuk berpindah ke tampilan angka.
    Show Formula
  3. Tip: Kita juga bisa menggunakan cara klik kanan pada sel dan pilih Toggle Field Codes.

IV. Cara Menggunakan Cell Reference

  1. Tulisan LEFT atau ABOVE pada formula dapat diganti dengan cell reference (contoh: A1, A2, B1, dan sebagainya).
  2. Misalnya kita ingin menjumlahkan sel A2 dengan sel B2. Formulanya adalah seperti berikut: =SUM(a2,b2).
  3. Cara ini sangat bermanfaat untuk penjumlahan pada sel yang tidak berurutan ataupun terdapat teks di dekat sel sehingga dapat mengacaukan hasil formula apabila menggunakan LEFT atau ABOVE.

V. Cara Update Formula

  1. Bila ada perubahan nilai pada tabel, klik kanan pada sel yang berisi formula yang akan di-update dan pilih Update Field.

VI. Cara Mengganti Function pada Formula

  1. Untuk mengganti function, misalnya dari SUM menjadi MAX, klik kanan pada sel yang akan diganti function-nya.
  2. Pilih Edit Field.
  3. Pada kotak dialog Field, klik Formula.
  4. Pada kotak Formula, hapus function tersebut (tanda sama dengan (=) jangan dihapus).
  5. Kemudian pada kotak Paste function pilih function yang diinginkan.
    Fomula Dialog Box - Paste Function
  6. Klik OK, bila sudah selesa

Rabu, Oktober 16, 2019

FUNGSI LOOKUP

MATERI AJAR      : FUNGSI LOOKUP
KELAS                   : XI A2, XI S1, XI S2, XI A1
JUMLAH JAM       : 1 JP ( 45")
PERTEMUAN        : 14

Pengertian Rumus Vlookup

VLOOKUP adalah bagian dari sebuah fungsi LOOKUP, HLOOKUP, INDEX, dan MATCH. Dimana VLOOKUP mempunyai fungsi untuk mencari sebuah nilai dari sekumpulan data atau tabel (lookup_array) yang nantinya jika nilainya sudah ditemukan maka akan menampilkan nilai yang ada pada kolom lainnya dari tabel tersebut yang didasarkan pada urutan sebuah kolom (Vertikal) yang dibutuhkan (col_index_num) .





contoh rumus excel
contoh rumus excel

Sebagai contoh dari seorang staf keuangan yang ingin melihat harga dari stock barang yang tersedia, seperti halnya Tepung Terigu. Maka, staf keuangan pasti akan mencari stock dari Tepung Terigu yang ada pada tabel atau database stock barang. Jika sudah ditemukan, maka akan melihat kolom harga dari jumlah stok Tepung Terigu tersebut. Jadi, bukan Tepung Terigu yang akan ditampilkan tetapi harga dari Tepung Terigunya.

Cara Menggunakan dan Fungsi

Kita bisa menggunakan fungsi Vlookup pada excel mengikuti kaidah penulisan sebagai berikut:
VLOOKUP(NilaiYangDiCari; TabelReferensi; NomorKolom; [RangeLookup])
Dari kaidah diatas bisa kita ketahui bahwa cara Vlookup pada rumus excel mempunyai empat argumen yaitu:
1. NilaiYangDiCari : Sebuah nilai yang akan kita cari pada kolom pertama dalam suatu tabel atau kolom paling kanan dari TabelReferensi. Argument satu ini bisa berupa angka, teks, tanggal dan juga nilai tertentu baik ditulis secara langsung atau sebuah referensi sel. Dapat juga berupa nilai yang akan dihasilkan oleh rumus excel lainnya.
2. TabelReferensi : Tabel referensi data yang terdiri dari sebuah 2 kolom atau bisa lebih, dimana NilaiYangDicari berada didalam kolom pertama pada tabel data ini.
3. NomorKolom : Suatu nomor kolom dari argumen TabelReferensi yang mengandung nilai data dan ingin kita ambil nilai yang sebaris menggunakan posisi NilaiYangDicari dalam kolom pertama.
4. RangeLookup : Diisi menggunakan nilai Boolean TRUE atau FALSE. Nilai logika True/false ini bersifat mencari. Nilai logika dalam rumus Vlookup dipakai sebagai acuan untuk menetapkan apakah kita ingin VLOOKUP menemukan hasil yang sama persis atau juga hanya menemukan nilai yang mendekati.
  • TRUE: Vlookup akan menemukan NilaiYangDiCari dalam TabelReferensi pencarian yang sama atau hanya       mendekati. Jika pada Nilai yang sama tidak dapat ditemukan maka nilai terbesar selanjutnya yang kurang         dari NilaiYangDiCari untuk dihasilkan.
  • FALSE: Vlookup akan menemukan NilaiYangDiCari dalam TabelReferensi pencarian yang hanya sama. Jika     tidak dapat ditemukan maka Vlookup akan menghasilkan pesan terakhir yaitu error #NA!

Contoh

Perhatikan contoh sederhana Rumus Vlookup excel pada gambar dibawah ini :
=VLOOKUP(C9;A2:E7;2;FALSE)
Pada contoh pertama (yang berwarna kuning) yaitu fungsi Vlookup mencari nilai dari cel C9 (3) didalam kolom Nomor. Angka 3 ditemukan dengan baris ke-4 pada tabel data A2:E7. dan hasilnya ialah nilai sel yang sebaris dalam kolom ke 2.
Untuk rumus selanjutnya hanya berbeda nomor kolom yang diambil yaitu hanya kolom nomor 3,4 dan 5 saja.
Kemudian perhatikan contoh kedua (berwarna biru) gambar diatas. Jika RangeLookup diatur “False” dan data yang dicari tidak dapat ditemukan maka fungsi Vlookup excel akan menghasilkan sebuah nilai error #NA.
=VLOOKUP(C15;A2:E7;2)
Pada rumus Vlookup gambar diatas yang mencari nilai angka 7 (Sel C15) pada kolom Nomor. Karena memakai RangeLookup “False” dan data tidak dapat ditemukan maka Rumus Vlookup akan menghasilkan sebuah pesan eror #NA.
Jika RangeLookup yaitu “TRUE” atau dikosongkan saja, maka nilai-nilai pada kolom pertama TabelReferensi harus ditempatkan dengan urutan naik, jika tidak, VLOOKUP akan membuat tidak menghasilkan nilai yang benar. Perhatikan contoh gambar dibawah ini.
Untuk rumus Vlookup excel dari contoh gambar diatas memakai TRUE sebagai parameter Range Lookup. Angka 6 tidak ditemukan dalam kolom pertama. Sehingga, Vlookup mengambil sebuah nilai yang mendekati nilai yang kita cari. Hal itu sama saja ketika range Lookup dikosongkan.
lalu hal lain yang harus diperhatikan ketika memakai rumus Vlookup adalah jika nilai yang kita berikan untuk argumen NilaiYangDiCari lebih kecil dari nilai terkecil pada kolom pertama argumen TabelReferensi, maka Rumus VLOOKUP akan menghasilkan nilai kesalahan eror #N/A. Lihat gambar dibawah ini:
Untuk sebuah fungsi Vlookup excel, argumen NilaiYangDiCari bisa berupa teks, angka, atau nilai logika. Jika bernilai Teks maka huruf besar dan huruf kecil akan dianggap sama rata.
Harap diperhatikan juga bahwa pada argument nomor kolom harus bernilai lebih dari 0 (nol). Jika Argumen NomorKolom kurang dari angka 1 (0 atau negatif), rumus VLOOKUP akan membuat hasil nilai menjadi eror #VALUE!. Dan jika NomorKolom lebih besar dari jumlah kolom pada TabelReferensi, VLOOKUP akan mengembalikan nilai yaitu pesan kesalahan #REF!. Perhatikan contoh Vlookup gambar dibawah ini:
Saat memakai rumus excel Vlookup dan mencari suatu nilai teks pada kolom pertama TabelReferensi, pastikan pada data yang kolom pertama TabelReferensi tidak menggunakan tanda seperti ini (‘/”/‘/“) secara inkonsisten, atau memakai karakter noncetak. Pada kasus ini, VLOOKUP akan menghasilkan sebuah nilai yang tidak tepat atau tidak diinginkan.
Atau kalian bisa melihat beberapa contoh Vlookup lainnya dibawah ini:
Contoh 1
Contoh 2
Contoh 3
Contoh 4
Contoh 5





Contoh 5

Selasa, Oktober 15, 2019

Materi Ajar.   : Bilangan Biner
Kelas.              : X A1-XA6, X S1-XS3
Pertemuan.   : 14
Jumlah Jam.  : 2 JP (90")

BAB 1
DASAR KOMPUTER DIGITAL


Bagian dasar dari Komputer digital :
Input = Keyboard
Control = Control Circuit
Memory = Memory, Storage
Aritmetic Logic Unit
Addition = Penjumlahan
Subtraction = Pengurangan
Division = Pembagian
Multiplication = Perkalian
Output = Monitor, Printer

SISTEM DIGITAL

Komputer digital bekerja dengan menggunakan sinyal yang berbentuk pulsa.
Kondisi dimana ada pulsa / arus yang mengalir ON : 1
Kondisi dimana tidak ada pulsa / arus yang mengalir OFF : 0
Jadi komputer digital hanya mengenal dua macam sandi, yaitu : 1 atau 0, sehingga dalam perhitungannyapun hanya mengenal 2 bilangan, yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan yang hanya terdiri dari 2 simbol bilangan 0 dan 1 disebut Sistem Biner.

SISTEM BILANGAN

Sistem bilangan yang biasa digunakan adalah sistem bilangan desimal atau genetik yaitu sistem bilangan dengan baris sepuluh mempunyai 10 simbol : 0, 1, 2,  , 9.
Elektronik digital biasanya menggunakan sistem biner yaitu sistem bilangan berbasis 2 yang mempunyai simbol 0 dan 1.
Sistem bilangan yang lain :
Bilangan Oktal dengan basis 8 : 0, 1, 2, ... , 7.
Bilangan Hexa dengan basis 16 : 0, 1, 2, ... , 15.

SISTEM BILANGAN DESIMAL

Sistem desimal misalnya :
625 = 6 ratusan + 2 puluhan + 5 satuan
625 = 6 X 102 + 2 X 101 + 5 X 100

Rumus Umum :  N = dnRn +  ... + d2R2 + d1R1 + d0R0
dn = Blangan pada posisi ke n
= Radix bilangan
n    = Untuk bilangan

Sehingga untuk bilangan :
1257 = 1 X 103 + 2 X 102 + 5 X 101+ 7 X 100
= 1257; d3 = 1; d2 = 2; d1 = 5; d0 = 7
SISTEM BILANGAN BINER

Suatu sistem bilangan biner yang hanya mempunyai angka / bilangan 0 dan 1.

Rumus Umum :  N = dn2n +  ... + d323 + d222 + d121 + d020
Contoh : (1101) 2 = 1 X 23 + 1 X 22 + 0 X 21 + 1 X 20
=    8     +    4    +     0    +    1
=  (13)10

Konversi Biner Ke Desimal

(10110) 2 = 1 X 24 + 0 X 23 + 1 X 22 + 1 X 21 + 0 X 20
=    16   +    0    +     4    +    2     +    0
=  (22)10

(110111) 2 = 1 X 25 + 1 X 24 + 0 X 23 + 1 X 22 + 1 X 21 + 1 X 20
=    32   +   16    +     0    +    4     +    2    +    1
=  (55)10

Konversi Desimal Ke Biner

Bilangan desimal dibagi 2
Contoh : (26)10 = (11010)2
  (
26    = 13 + 0 LSB (Least Significant Bit)
 2
13    =   6 + 1
 2
 6      =   3 + 0
 2
 3      =   1 + 1
 2
 1    =   0 + 1 MSB (Most Significant Bit)
 2

Sisa terakhir sebagai Most Significant Bit (MSB) dan sisa pertama sebagai Least Significant Bit (LSB).

SISTEM BILANGAN OCTAL

Suatu sistem bilangan berbasis 8, mempunyai angka / bilangan 0, 1, 2, ... 7.

N = dn8n +  ... + d383 + d282 + d181 + d080

Tabel Octal Ke Biner :

Desimal
Biner

0
0 0 0

1
0 0 1

2
0 1 0

3
0 1 1

4
1 0 0

5
1 0 1

6
1 1 0

7
1 1 1



Konversi Octal Ke Desimal

(13273) = 1 X 84 + 3 X 83 + 2 X 82 + 7 X 81 + 3 X 80
=  4096  + 1536  +   128   +   56    +   3
=  (5819)10

Konversi Desimal Ke Octal

Bagi bilangan berturut  turut dengan 8
Contoh : (5819)10  = ( ... )8

Konversi octal ke biner setiap 3 digit dalam bilangan octal disajikan dalam 3 digit bilangan biner.

(5819)10  =

5819 = 727 + 3
   8
 727  =  90  + 7
   8
  90   =  11  + 2
   8
  11   =   1   + 3
   8
   1    =   0   + 3
   8

SISTEM BILANGAN HEXADESIMAL

Suatu sistem bilangan berbasis 16, mempunyai angka / bilangan 0, 1, 2, ... 15.

N = dn16n +  ... + d3163 + d2162 + d1161 + d0160

Tabel Hexadesimal Dalam Biner :

Desimal
Biner
Hexa

0
0 0 0 0
0

1
0 0 0 1
1

2
0 0 1 0
2

3
0 0 1 1
3

4
0 1 0 0
4

5
0 1 0 1
5

6
0 1 1 0
6

7
0 1 1 1
7

8
1 0 0 0
8

9
1 0 0 1
9

10
1 0 1 0
A

11
1 0 1 1
B

12
1 1 0 0
C

13
1 1 0 1
D

14
1 1 1 0
E

15
1 1 1 1
F


Konversi Desimal Ke Hexadesimal

27(10) = 27(10) =  1B(16)
 
3409 (10) = . (16)

Konversi Hexadesimal Ke Desimal

152B(16) = 1 x 163 + 5 x 162 + 2 x 161 + 11 x 160
   = 1 x 4096 + 5 x 256 + 2 x 16 + 11 x 1
   = 4096 + 1280 + 32 + 11
   = 5419(10)
623(16) = .


SISTEM KONVERSI BILANGAN SELAIN DESIMAL

Konversi Biner Ke Octal

Kelompokan setiap 3 digit dari bilangan biner mulai paling kanan.
Setiap kelompok diubah ke octal.

(1110011001)2  = ( ... )8

001  110  011  001
         
 1      6      3     1

Konversi Octal Ke Biner

(32517)8  = (011 010 101 001 111)2
3 = 011
2 = 010
5 = 101
1 = 001
7 = 111

Konversi Biner Ke Hexa

Kelompokan setiap 4 digit dari bilangan biner mulai paling kanan.
Setiap kelompok diubah ke hexa.


(100111101011100)2  = ( ... )16

0100  1111  0101  1100
       
  4       F        5       C

Konversi Hexa Ke Biner

Setiap digit dalam bilangan hexa disajikan dalam 4 digit bilangan biner.

Contoh : (2A5C)16 ( 2 = 0010
A = 1010
5 = 0101
C = 1100

Konversi Dari Octal Ke Hexa

Konversi ke biner
Dari biner ke hexa

527(8) = .(2)
=  (16)
623(8) = .(2)
=  (16)

Konversi Hexadesimal Ke Octal

Konversi ke biner
Dari biner ke octal

157(16) = . (2)
    = (8)
2A(16) = . (2)
    = (8)
C09(16) = . (2)
  = (8)


SISTEM BILANGAN PECAHAN

Bilangan 0,5176 dibaca :
5 persepuluhan; 1 perseratusan; 7 perseribuan; 6 persepuluhribuan.

N = d1R-1 +  ... + d2R-2 + d3R-3 + dnR-n

SISTEM BILANGAN PECAHAN BINER

Kalikan dengan bilangan 2
Ambil bilangan bulatnya
Sisa dari bilangan bulat kalikan dengan 2 berulang  ulang sampai bilangan bulat pertama.

Contoh : (0,6875)10 = (0,1011)2
0,6875   0,375   0,7500  0,5000
        2         2           2          2
          x         x           x           x
1,3750  0,7500   1,5000 1,0000
       
1    0           1       1

KONVERSI BILANGAN GABUNGAN (BULAT & PECAHAN) DESIMAL KE BINER

Cara Kerja :
Bilangan bulat : kerjakan secara bilangan bulat (biner dibagi 2)
Bilangan pecahan : kerjakan secara bilangan pecahan (biner dikali 2)

(25)10  = (11001)2   (111001,1011)2  = (57,6875)10

25    = 12 + 1 biner ke desimal
2 (111001,1011) :
12    =   6 + 0 = 1 X 25 + 1 X 24 + 1 X 23 + 0 X 22 + 0 X 21 + 1 X 20
2 + 1 X 2-1 + 0 X 2-2 + 1 X 2-3 + 1 X 2-4
6     =   3 + 0 = 57,6875
2
3     =   1 + 1
2
1     =   0 + 1
2

Contoh :

(274,1875)10  = ( ... )2

274  = 137  +  0 8  =  4  +  0 0,1875  0,3750 0,7500  0,5000
  2 2          2 2 2    2
137  =  68   +  1 4  =  2  +  0            x          x          x          x 
  2 2 0,3750  0,7500  1,5000  1,0000
 68   =  34   +   0 2  =  1  +  0
  2 2
 34   =   17  +   0 1  =  0  +  1           0        0          1          1
  2 2
 17   =   8    +    1
  2











ARITMATIKA BINER

Operasi aritmatika terhadap bilangan binari yang dilakukan oleh komputer di ALU terdiri dari 2 operasi yaitu : Operasi penambahan dan operasi pengurangan.

Penjumlahan Bilangan Biner

Pertambahan binari dilakukan dengan cara yang sama dengan pertambahan bilangan desimal :
Digit  digit dari bilangan desimal ditambahkan satu persatu mulai dari posisi kolom paling kanan.
Bila hasil pertambahan antar kolom melebihi nilai 9 maka dikurangi dengan nilai 10 untuk dibawa (carry of) ke pertambahan berikutnya.

Contoh : 273 (  3 dan 9 dijumlahkan hasilnya 12 > 9, karena itu dikurangi 10
    189 +       hasilnya : 2 dengan carry of 1
    462

Pertambahan bilangan biner dilakukan dengan cara yang sama dengan dasar pertambahan bilangan biner sebagai berikut :

0 + 0 = 0   1 + 1 = 0 (  dengan carry of 1, 1 + 1= 2
0 + 1 = 1 karena digit terbesar biner hanya 2 maka dikurangi dengan
1 + 0 = 1 2(basis) jadi 2  2 = 0 sisa 1
1 + 1 = 0

Contoh :        1  1  1  1
         1  0  1  0  0 +
   1  0  0  0  1  1

Pengurangan Bilangan Biner

Dasar pengurangan untuk masing  masing digit bilangan binary adalah :

0  0 = 0
1  0 = 1 0  1 = 1 (  Dengan borrow of 1 (pinjam)
1  1 = 0    digit 1 dari posisi sebelah kirinya
0  1 = 1

Beberapa contoh pengurangan binary :

Tanpa terjadinya peminjaman digit
Desimal       Binary
 27 1  1  0  1  1
9 _      1  0  0  1  _
 
18 1  0  0  1  0




Terjadi peminjaman sebuah bilangan di kolom sebelah kirinya.
Desimal      Binary
29            1  1  1  0  1
     11 _     1  0  1  1  _
 
18 1  0  0  1  0

Caranya : 1  1 = 0
     0  1 = 1       ,dengan borrow of 1
     0  0 = 0
       1  1 = 0
     1  0 = 1

Tidak terjadi peminjaman sebuah bilangan di kolom sebelahnya karena yang akan dipinjam bernilai 0, sehingga harus meminjam di kolom sebelahnya lagi.

Desimal Binary
 25            1  1  0  0  1
      19 _   1  0  0  1  1  _
 
   6   0  0  1  1  0

Caranya : 1  1 = 0
     0 - 1 = 1      , dengan borrow of 1
     1 - 0  0 = 1 , dengan borrow of 1
     1 - 1  0 = 0
     1  1 = 0


BILANGAN KOMPLEMEN

Pengurangan Bilangan Dengan Komplemen

Metode pengurangan binary biasa dilakukan okeh manusia, untuk komputer biasanya menggunakan metode komplemen (complement) yaitu :
Komplemen baris min  1 ( Radix minus one complement )
Komplemen baris ( Radix )

Komplemen pada dasarnya merubah bentuk pengurangan menjadi bentuk pertambahan.
Dalam sistem desimal, ada 2 macam komplemen yaitu :
Komplemen 9 ( 9s complement )
Komplemen 10 ( 10s complement )

Dalam sistem biner :
Komplemen 1 ( 1s complement )
Komplemen 2 ( 2s complement )




Komplemen 9 ( 9s Complement )

Komplemen 9 dari suatu bilangan desimal delakukan dengan cara mengurangkan angka 9 untuk masing  masing digit dalam bilangan pengurang.

Contoh :
Komplemen 9 dari 24 adalah 75, yaitu : 99  24 = 75
Komplemen 9 dari 321 adalah 678, yaitu : 999  321 = 678

Pengurangan biasa Komplemen 9      Dalam komplemen 9 digit yang paling
859 (  859       kiri ditambahkan pada digit paling kanan.
523 _      476 +
336 1335
         1
           +
      336

Komplemen 10 ( 10s Complement )

Komplemen 10 dari suatu bilangan dilakukan dengan cara, hasil komplemen 9 ditambah 1 ( cari komplemen 9 lalu ditambah 1 ).

Contoh : Komplemen 10 dari 24 (  9s = 75
      10s = 75 + 1
                   = 76

Contoh pengurangan :

9s : 859    10s : 859 (  9s : 476 + 1
523 _   477 +
336           1336
                  diabaikan / dibuang

Komplemen 1 ( 1s Complement )

Komplemen 1 dari suatu bilangan biner dilakukan dengan cara mengurangkan semua digit dengan nilai 1 bit / merubah bit 0 menjadi 1 atau bit 1 menjadi 0.

Contoh :
1s dari 10110 = 01001
25     ( 11001    ( 1s : 11001
22 _ 10110-         01001 + 
 3 00011             100010
            1
           
             00011

Dalam komplemen 1, digit 1 paling ujung kiri ditambahkan pada digit paling kanan.


Komplemen 2 ( 2s Complement )

Komplemen 2 dari suatu bilangan biner dilakukan dengan cara, hasil komplemen 1 ditambah 1.
Komplemen 2 dari bilangan biner 10110 (         10110
       1s : 01001  + 1      2s : 01010
25 (    11001    ( 2s : 11001
22          10110  _                 01010 +
 3           00011       100011
                00011
  dibuang / diabaikan

Komplemen 7 ( 7s Complement )

Komplemen 7 dari suatu bilangan oktal dilakukan dengan cara, mengurangkan angka 7 untuk masing  masing digit dalam bilangan pengurangan.

Komplemen 8 ( 8s Complement )

Komplemen 8 dari suatu bilangan dilakukan dengan cara, hasil komplemen 7 ditambah 1 (cari komplemen 7 dulu lalu ditambah 1).

Komplemen 15 ( 15s Complement )

Komplemen 15 dari suatu bilangan hexadesimal dilakukan dengan cara, mengurangkan angka 15 untuk masing  masing digit dalam bilangan pengurangan.

Komplemen 16 ( 16s Complement )

Komplemen 16 dari suatu bilangan dilakukan dengan cara, hasil komplemen 15 ditambah 1 (cari komplemen 15 dulu lalu ditambah 1).



















PERKALIAN BILANGAN BINER

Dilakukan seperti perkalian pada bilangan desimal
Dasar perkalian untuk masing  masing digit bilangan biner
Perkalian binari dilakukan dengan cara operasi pertambahan yang dilakukan secara berulang  ulang.

Bilangan biner :  0 x 0 = 0
              0 x 1 = 0
              1 x 0 = 0
                          1 x 1 = 1
Contoh :
14 1110
12 x 1100 x
28 0000
        14   +         0000
168             1110
     1110        +
   10101000

Jika pengali yang berupa digit biner bernilai 1, hasilnya berupa bilangan biner yang dikali (disalin saja), jika pengali = 0, maka hasilnya = 0

PEMBAGIAN BILANGAN BINER

Dilakukan seperti pembagian pada bilangan desimal
Dasar pembagian untuk masing  masing digit bilangan biner
Pembagian dengan digit biner 0 tidak mempunyai arti
Pembagian Binary yang dilakukan dengan cara operasi pengurangan yang dilakukan secara berulang  ulang.

Bilangan biner :  0 : 0 = 0
              1 : 1 = 1
Contoh :
 25 11001
    5  125   101 1111101
        10   -           101       
 25                   101
25  -             101
101
101
   0










BILANGAN BINER BERTANDA

Bilangan biner positif mempunyai nilai antara 0000 0000(2) = 0010  dan 1111 11112 = 25510.
Untuk membedakan bilangan positif dengan negatif sebuah bilangan desimal diberi tanda - disebelah kiri bilangan. Misal : - 2510
Dalam bilangan biner tanda bilangan yaitu - disandikan dengan cara tertentu yang mudah dikenal dalam sistem digital. Untuk menyatakan bilangan negatif pada bilangan biner, bilangan yang dikenal dengan bit tanda bilangan (sign bit) ditambahkan disebelah kiri MSB.
Bilangan biner yang ditulis dengan cara di atas, menunjukkan tanda dan besarnya bilangan.
Jika bit tanda (sign bit) = 0 ( menunjukkan bilangan positif.
Jika bit tanda (sign bit) = 1 ( menunjukkan bilangan negatif.
Pada bilangan biner bertanda yang terdiri dari 8 bit, bit yang paling kiri menunjukkan tanda, dan 7 bit berikutnya menunjukkan besarnya bilangan.

Contoh :
No. Bit
7
6
5
4
3
2
1
0

Bit
27
26
25
24
23
22
21
20


(tanda)
64
32
16
8
4
2
1


Maka,
[0]1100111 = + (64+32+4+2+1) [0]1111111 = + (64+32+16+8+4+2+1)
= + 103 = + 12710

[1]1010101 = - (64+16+4+1) [1]1111111 = - (64+32+16+8+4+2+1)
= - 8510 = - 12710

Karena hanya 7 bit yang menunjukkan besarnya bilangan, maka bilangan terkecil dan terbesar yang ditunjukkan bilangan biner bertanda terdiri dari 8 bit adalah :

[0] 1111111 = + 12710
[1] 1111111 = - 12710

Bilangan biner tak bertanda yang terdiri dari n bit mempunyai nilai maksimum
M = 2n  1
Bilangan biner bertanda yang terdiri dari n bit mempunyai nilai maksimum
M = 2(n  1)  1
Jadi untuk register 8 bit di dalam mikroprocessor yang menggunakan sistem bilangan bertanda, nilai terbesar yang bisa disimpan dalam register tersebut adalah :
M = 2(n  1)  1
    = 2(8  1)  1
    = 27 1 Jadi jangkauannya = - 12710  sampai  + 12710
    = 128  1
    = 12710



KOMPLEMEN UNTUK BILANGAN BERTANDA

Bilangan negatif sering diberikan dengan sistem komplemen 2.

Bilangan Positif

Komplemen 2 adalah sama dengan sistem yang menunjukkan tanda dan besarnya bilangan, yaitu :
MSB (bit paling kiri) = menunjukkan tanda bilangannya.
Bit sisanya             = menunjukkan besarnya bilangan.

Contoh : + 5410 = 54    =    27 +  0          = [0] 0110110
      2     1s = [0] 1001001
     27    =   13  +  1
      2
     13    =     6  +  1
      2
      6     =     3  +  0
      2
      3     =     2  +  1
      2
      1     =     0  +  1
      2
Jadi : + 5410 = [0] 01101102

Bilangan Negatif

Komplemen 2 dapat diperoleh dengan menghitung terlebih dahulu komplemen 1 dari bilangan semula yang bertanda +, kemudian menambahkan 1 ke LSB-nya (bit paling kanan).

Contoh : - 5410  = [1] 0110110
      1s   = [1] 1001001
                     1 +
      2s   = [1] 1001010



PENGKODEAN

Kode adalah karakter  karakter khusus bisa numerik atau alphabetis yang dipakai sebagai simbol lain. Di dalam komponen digital karakter  karakter khusus tersebut adalah 1 dan 0.
Manfaat kode di dalam komputer adalah :
Untuk mempermudah operasi aritmatika.
Untuk alasan  alasan efisiensi.
Dipakai untuk mendeteksi bahkan mengoreksi data  data yang ditransmisikan.
Untuk alasan keamanan.




Keluarga Binary Coded Decimal (BCD), bilangan desimal yang dikodekan dalam bilangan biner.

Desimal
8421
5421
2*421
Exess-3

0
0000
0000
0000
0011

1
0001
0001
0001
0100

2
0010
0010
0010
0101

3
0011
0011
0011
0110

4
0100
0100
0100
0111

5
0101
1000
1011
1000

6
0110
1001
1100
1001

7
0111
1010
1101
1010

8
1000
1011
1110
1011

9
1001
1100
1111
1100



Contoh :
(153) 10 = ( 0001 1000 0011 ) 5421
(193) 10 = ( 0111 1110 0101 ) 7421
(1011 0100 1111 ) 2*421 = ( 5 4 9 ) 10
(8391) 10 = ( 1110 0011 1111 0001 ) 2*421


KODE GRAY

Konversi biner ke kode gray :
MSB biner = MSB Gray
Selanjutnya bilangan biner menentukan nilai dai gray.
Jika bit biner sebelum = bit biner sesudah, maka gray bernilai 0
Jika bit biner sebelum <> bit biner sesudah, maka gray bernilai 1

Konversi dari kode gray ke biner :
MSB gray = MSB biner
Selanjutnya bit gray, menjadi bit kontrol.
Jika bit gray 1 mengubah digit biner sebelumnya.
Jika bit gray 0 mengulang digit biner sebelumnya.

Contoh :

(11001010010) biner = (10101111011) gray
(100101001110) biner = (110111101001) gray

(10101111011) gray  = (11001010010) biner
(110111101001) gray = (100101001110) biner



Senin, September 30, 2019

PERMASALAHAN DAN PEMANFAATANNYA PENGGUNAAN KOMPUTER

Materi Ajar            : Permasalahan dam pemanfaatan penggunaan computer
Kelas                      : X A1 - X A5, X S2 - X S3
Jumlah Jam            : 2 Jam ( 90")
Pertemuan              : 12

A. PENDAHULUAN
Kita semua tentunya menyadari, bidang informasi dan telekomunikasi mengalami revolusi khususnya untuk perangkat audiovisual, telepon selular, dan komputer. Teknologi tersebut telah mengubah cara hidup masyarakat dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberikan begitu banyak kemudahan yang memungkinkan setiap orang dapat berkomunikasi ke seluruh penjuru dunia.
Namun demikian untuk memanfaatkan produk informasi dan komunikasi tersebut, perlu adanya kemampuan khusus bagi setiap orang dalam memilih, mengolah dan menyerap informasi yang bermanfaat untuk kepentingan umat manusia.
Memperhatikan teknologi maju tersebut, pertama-tama kita perlu menyatukan pemahaman dan pengertian tentang arti penting dari produk informasi dan komunikasi bagi kehidupan masyarakat dan selanjutnya kita melakukan pendekatan analisis permasalahan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi bagi kepentingan umat manusia.

B.     PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Berbagai defenisi mengenai teknologi informasi dan komunikasi dapat kita jumpai di berbagai media baik buku, jurnal ilmiah, maupun media on-line yang secara tidak langsung merupakan pemanfaatan dari teknologi informasi dan komunikasi tersebut. Membahas pengertian dari teknologi informasi dan komunikasi tersebut, penulis mengambil beberapa defenisi sebagai berikut :
  1. Menurut PUSKUR :Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
  2. Menurut Munir : Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.
  3. Menurut Warsita : Teknologi informasi adalah sarana dan prasarana (hardware, software, dan useware) sistem dan metode untuk memperoleh, mengirimkan, mengolah, menafsirkan, menyimpan, mengorganisasikan, dan menggunakan data secara bermakna. Oleh karena itu, teknologi informasi menyediakan begitu banyak kemudahan dalam mengelola informasi dalam arti menyimpan, mengambil kembali, dan pemutahiran informasi.
  4. Menurut Wikipedia : Teknologi informasi merupakan hasil rekayasa manusia terhadap penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengirman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas sebarannya, dan lebih lama penyimpanannya.

C. PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PERUBAHAN MASYARAKAT
Teknologi informasi telah menjadi industri yang utama dan mampu memenuhi kebutuhan yang paling pokok dalam bidang ekonomi serta sumber-sumber daya utama lainnya. Teknologi komputer telah melahirkan satelit komunikasi yang dapat digunakan untuk kepentingan sarana telekomunikasi dan berbagai keperluan lainnya, termasuk untuk kepentingan siaran radio dan televisi. Disamping itu telah muncul berbagai macam sistem penyaluran informasi dengan memanfaatkan saluran pesawat telepon dan teknologi komputer yang menghasilkan video-text, sehingga memungkinkan pemilik pesawat telepon dapat memperoleh ribuan informasi langsung kapan dan dimanapun ia berada. Pengembangan serat optik (fibre optic) telah menghasilkan sistem televisi kabel dengan jangkauan hampir tidak terbatas.
Teknologi elektronika berkembang sangat pesat, menyebabkan dapat diproduksinya bermacam-macam peralatan komunikasi yang relatif murah dengan ukuran kecil, yang dapat dimanfaatkan dengan mudah oleh masyarakat umum, seperti komputer, radio, pemutar music, TV ukuran saku, kamera video, video game dan berbagai peralatan lainnya yang beberapa diantaranya menggabungkan berbagai fasilitas kedalam satu peralatan multimedia berupa laptop dan handphone.
Seluruh perkembangan tersebut telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berkomunikasi dan mendapatkan serta menyimpan informasi. Kemudahan tersebut lebih didorong lagi oleh  perkembangan teknologi informasi  khususnya internet, peluncuran WWW (Word Wide Web) pada 1990-an telah membuka babak baru dalam perkembangan internet yang sudah ada sejak 1950-an. Kini, selain digunakan untuk mengakses berbagai informasi, internet juga digunakan sebagai alat pembayaran, perdagangan, pemasaran, pelayanan dan pendidikan yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan yang merupakan aspek strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi informasi saat ini telah mengalami perkembangan yang luar biasa, seperti portofolio elektronic, game, dan simulasi komputer, buku digital (e-book), teknologi nirkabel (wireless), surat elektronik (e-mail), pencarian (browsing) informasi, konferensi jarak jauh (tele/ video conference), mobile computing, transaksi perdagangan (e-business), transaksi perbankan (e-banking), pelayanan publik (e-goverment) dan peningkatan kualitas pendidikan (e-learning). Perkembangan teknologi seperti ini telah menimbulkan revolusi komunikasi yang menyebabkan kehidupan masyarakat di berbagai negara tidak bisa terlepas dan bahkan telah ditentukan oleh informasi dan komunikasi. Gejala inilah yang menimbulkan kecenderungan interdependesi global bagi masyarakat antarbangsa.
Perkembangan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi cenderung berpengaruh langsung terhadap tingkat peradapan manusia. Terbentuknya strata masyarakat agraris, masyarakat industri, dan masyarakat informasi adalah tidak terlepas dari  pengaruh teknologi global tersebut. Sehingga melalui teknologi tersebut kita mengenal dua bentuk kenyataan, yaitu realitas yang diciptakan tuhan dan realitas yang diciptakan manusia. Kedua realitas tersebut letak pemanfaatannya kembali kepada diri manusia.
Kita telah berada dalam era masyarakat informasi, yang ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Ciri-ciri perkembangan tersebut ditandai dengan: 1) daya muat untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasikan, dan menyajikan informasi meningkat: 2) kecepatan penyajian informasi meningkat; 3) miniaturisasi perangkat keras; 4) keragaman pilihan informasi; 5) menurunnya biaya perolehan informasi; 6) mudahnya penggunaan produk teknologi informasi; 7) distribusi informasi yang semakin cepat dan luas; dan 8 ) pemecahan masalah yang lebih baik dan dibuatnya prediksi masa depan lebih tepat.
Dalam konteks sosial telah terjadi percepatan perubahan kehidupan masyarakat. Gelombang masyarakat informasi dipengaruhi oleh proses perbedaan waktu. Perubahan yang sedemikian cepatnya sehingga kita seolah-olah tidak mempunyai cukup waktu untuk bereaksi dan sebagai akibatnya kita dituntut secara terus menerus berantisipasi terhadap masa depan. Dalam masyarakat informasi, orientasi adalah ke masa depan. Kita harus belajar dari pengalaman yang akan datang. Kalau kita mampu melakukannya, berarti kita mampu untuk ”belajar dari masa depan”, sebagaimana kita mempelajari pengalaman masa lalu.
Menilai tentang pertumbuhan masyarakat informasi yang merupakan proses lebih lanjut dari masyarakat agraris dan masyarakat industri, Jhon Naisbitt dalam buku Megatrends, menyatakan terdapat lima hal yang perlu diperhatikan dalam perubahan masyarakat informasi, yaitu:
  1. Masyarakat informasi merupakan suatu realitas ekonomi.
  2. Inovasi dibidang komunikasi dan teknologi komputer, menambah langkah perubahan dalam penyebaran informasi dan percepatan arus informasi.
  3. Teknologi informasi yang baru pertama kali diterapkan dalam tugas industri secara bertahap akan melahirkan aktivitas produk industri yang baru.
  4. Setiap individu yang mengiginkan kemampuan menulis dan membaca, mempunyai kesempatan yang lebih baik dibandingkan pada masa sebelumnya.
  5. Keberhasilan atau kegagalan teknologi komunikasi ditentukan oleh prinsip dan sentuhan daya nalar yang tinggi dari masyarakat yang bersangkutan.
Saluran utama dlam era informasi ini adalah komunikasi, dimana manusia berinteraksi dengan manusia lainnya. Sedangkan pada periode masyarakat agraris, masalahnya adalah manusia melawan alam. Demikian pula bagi masyarakat industri, manusia melawan proses hasil pengolahan alam.

D.    PERMASALAHAN DAN UPAYA PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI
Pada pembahasan sebelumnya, telah kita ketahui bersama berbagai peranan teknologi informasi dalam perubahan masyarakat. Kerap kali kita menemui berbagai permasalahan terkait pemanfaatan teknologi informasi yang dipergunakan secara serampangan, baik dalam penyajian informasi, isi pesan, dan berbagai kepentingan yang tidak bertanggungjawab lainnya.
Hal tersebut disebabkan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, sehingga kita tidak mempunyai cukup waktu untuk bereaksi terhadap perkembangan tersebut, termasuk dalam mempersiapkan sumber daya manusia dan masyarakat yang bertanggungjawab dan beretika teknologi informasi dan komunikasi. Sehingga untuk memanfaatkan produk informasi, kedepannya diperlukan adanya kemampuan khusus bagi setiap orang dalam memilih, mengolah dan menyerap informasi yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.

Penulis mengidentifikasikan beberapa permasalahan tersebut sebagai berikut:
  1. Sumberdaya Manusia : Telah kita ketahui bersama bahwa konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat adalah menyiapkan sumberdaya manusia yang memadai baik kaulitas (kapasitas pribadi) dan kuantitasnya (menanggapi berbagai kebutuhan masyarakat, dan dunia industri).
Sumberdaya manusia dalam konteks era teknologi informasi dipersiapkan untuk mengantisipasi dan mengatasi dampak negatif perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga perlu dikenalkan, dipraktekkan dan dikuasi sedini mungkin agar ia mampu menggunakan, menjaga, dan merawat produk teknologi informasi dan komunikasi, serta mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung proses pembelajaran dan kehidupannya, termasuk apa implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang.
Secara khusus, PUSKUR merumuskan tujuan khusus mempelajari teknologi informasi dan komunikasi adalah:
  • Menyadarkan siswa akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga siswa dapat termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi informasi dan komunikasi sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.
  • Memotivasi kemampuan siswa untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga siswa bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan sehari-hari secara mandiri dan lebih percaya diri.
  • Mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mengembangkan kemampuan belajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong siswa terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama.
  • Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggungjawab dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari-hari.
Sebagai sebuah rancangan kurikulum, hal diatas merupakan sebuah rumusan ideal yang realitasnya bergantung pada kondisi di lapangan (sekolah, keluarga, dan masyarakat). Sehingga diperlukan sebuah usaha bersama, termasuk pelajar sendiri untuk memahami dan senantiasa membelajarkan diri dan masyarakat sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Ada tujuh keterampilan dasar yang tampaknya diperlukan untuk dapat hidup pada abad teknologi informasi dan komunikasi disamping keterampilan tradisional seperti membaca, menulis, dan menghitung. Ketujuh keterampilan itu adalah : 1) Berfikir dan berbuat secara kritis; 2) Kreativitas; 3) Kolaborasi; 4) Saling pengertian lintas budaya; 5) Komunikasi; 6) Menggunakan komputer; dan 7) Karir dan Belajar  meyakini kemampuan sendiri.
Adapun jenis-jenis program komputer yang perlu dikuasai dapat dilihat sebagai berikut :
  1. Computers/network computer
  2. Video production equipment
  3. Database software ( e.g. Microsoft Access, Informix)
  4. Internet/Word Wide Web
  5. Project management software (e.g. MS Project)
  6. Knowledge management (e.g. Inference, Verity, Knowlix)
  7. Decision support software (e.g. Cognos)
  8. Presentation software (e.g. PowerPoin)
  9. Graphics software (e.g. Adobe Illustrator)
  10. Data Visualization (e.g. Visual Insights)
  11. Dekstop Publishing (e.g. Aldus PageMaker)
  12. Word processing software (e.g. Word, WordPerfect)
  13. Spreadsheet software (e.g. Excel)
  14. Videoconferencing (e.g. PictureTel)
  15. Groupware (e.g. Lotus Notes)
  16. Remote collaboration software (e.g. Net Meeting)
2. Etika Teknologi Informasi
Permasalahan yang kerap menjadi isu terbesar dalam era teknologi informasi ini adalah tindak penyimpangan berupa pencurian password, pemalsuan account, penyadapan jalur komunikasi, sistem komputer dan informasi dibajak, perusakan situs (cracked), spamming/ junk mail, virus, program perusak (malicious code),  HAKI dan copyright disalahgunakan, pornography, pemalsuan uang, money laundring, maupun pemalsuan identitas. Penyimpangan-penyimpangan tersebut dikenal dengan istilah cyber crimes.
Penanggulangan cyber crimes dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut:
  • Melakukan modernisasi hukum pidana nasional beserta hukum acaranya, yang diselaraskan dengan konvensi internasional yang terkait dengan kejahatan tersebut.
  • Meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer nasional sesuai standar internasional.
  • Meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur penegak hukum mengenai upaya pencegahan, investigasi, dan penuntutan perkara-perkara yang berhubungan dengan cyber crimes.
  • Meningkatkan kesadaran warga negara mengenai masalah cyber crimes serta pentingnya mencegah kejahatan tersebut terjadi.
  • Meningkatkan kerjasama antar negara, baik bilateral, regional, maupun multilateral, dlam upaya penanganan cyber crimes, antara lain melalui perjanjian ekstradisi dan mutual assistance treaties.
Pemahaman mengenai etika teknologi informasi ini perlu ditanamkan sejak dini dan berkelanjutan kepada pelajar, sebagai sebuah langkah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang bertanggung jawab dan beretika teknologi informasi.

3. Data dan Informasi yang Bertanggung Jawab
Dalam etika profesi dan keilmiahan, dan tidak terlepas dari etika teknologi informasi diatas, kita mengetahui bahwa penyajian data informasi hendaklah disajikan secara benar dan lengkap (baik referensi maupun validitas data-datanya). Namun kecendrungan dari pemanfaatan teknologi informasi khususnya internet, banyak ditemukan berbagai tulisan yang cenderung ”di copy-paste”, sehingga dikarenakan seringnya data tersebut diambil dan dipindahkan-pindahkan, muatannya banyak yang berubah-ubah.
Menanggapi hal tersebut, dimulai dari civitas akademika (dosen, guru, dan mahasiswa) hendaknya memulai usaha perbaikan ini dengan cara memberikan himbauan dalam berbagai tulisannya, dan melampirkan berbagai data yang benar serta lengkap, dimana usaha ini dimulai dari diri kita sendiri.

4.      Remaja dan Perkembangan Teknologi Informasi
Beberapa, atau sebagian besar, atau bahkan semua muatan remaja di media massa akhirnya akan menemukan jalan ke dunia online ynang dinikmati oleh para remaja.
Pernyataan tersebut dapat kita temui dengan mudah di era teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini, dikarenakan sasaran dari berbagai media tersebut adalah kalangan remaja. Dampaknya adalah sebagaian besar aktivitas remaja diluar kegiatan sekolah adalah menonton TV (dengan berbagai tayangan yang jauh dari nilai-nilai edukatif), menggunakan internet (tren Face Book, friendsters, game online, mengunduh video, music, dsb), mendengar musik MP3/MP4, mendengar radio, membaca majalah remaja, dan membaca komik. Terlebih kesemua layanan tersebut telah menjadi beberapa fitur menarik yang tersedia lewat handphone.
Bahkan yang lebih berbahaya lagi para remaja cenderung meniru berbagai trend atau budaya asing, berkenalan dan berkorespondensi dengan orang asing yang berbahaya, hingga masalah perekaman, penyebaran, dan akses video-video porno yang dilakukan oleh remaja kita, di Indonesia ini.
Berikut profil pornografi remaja yang dihimpun oleh gerakan JBDK:
  • 500+ video porno dengan 100% berisi content lokal
  • 90%nya dibuat pelajar/ mahasiswa, dengan kecenderungan pelaku semakin muda.
  • Merata sampai kepelosok, dengan modus ”eksperimental youth”.
  • Pemborosan. Contoh: 19,6 juta video mesum ME-YZ didownload dari youtube.com/ bulan di tahun 2006. jika biaya download minimal Rp. 1000,- = 19,6 milyar.

Beberapa hal diatas merupakan krisis remaja yang perlu kita bendung, dan perlahan diminimalisir melalui sebuah usaha bersama, baik pemerintah, sekolah, masyarakat, pemuka agama, dan orangtua. Pemerintah sebagai kekuatan terbesar dalam konteks penyelenggaraan kehidupan bernegara dapat melakukan langkah antisipasi berupa memprioritaskan konten yang ramah anak, pendidikan, pembelajaran, life skills, dll serta tidak memberi tempat bagi industri pornografi.
Langkah antisipasi selanjutnya bagi keluarga dengan tidak meniru berbagai aksi pornografi di rumah, memberikan pengetahuan dan pemahaman sex sejak dini oleh bagi orangtua, komitmen/ tanggung jawab terhadap fasilitas teknologi informasi, seperti handphone, komputer, dll.
Antisipasi lainnya dapat dilakukan disekitar lingkungan (masyarakat, sekolah, dan warnet) dengan mengontrol warnet sehat, yang komitmen pada kebijakan penggunaan media teknologi informasi. Dapat juga dengan meningkatkan berbagai ceramah/ tausyiah mengenai pandangan agama,  gerakan nasional, penyuluhan tentang sex, dan narkoba oleh lembaga-lembaga terkait, seperti BKKBN dan LSM-LSM.
Hal terpenting dalam upaya membendung permasalahan diatas adalah kepada setiap pribadi agar menyadari berbagai kegiatan produktif lainnya yang dapat dilakukan melalui media teknologi informasi, tidak membuat berbagai rekaman yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi, tidak menyebarkan, dan hapus jika ditemukan.

5.      Pendidikan Tertinggal atau Pendidikan Terpanggil?
Permasalahan lainnya dalam era teknologi informasi adalah penerapannya dibidang pendidikan yang belum optimal, sehingga lebih cenderung terkesan tertinggal dari perkembangan teknologi informasi itu sendiri. Dalam bidang pendidikan teknologi informasi menggunakan istilah teknologi informasi dan komunikasi (TIK), mengacu pada defenisi yang dikeluarkan PUSKUR, sebagai berikut :
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan  mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.
Permasalahan yang kerap ditemukan dari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan adalah sebagai berikut:
  • Komitmen dalam pendayagunaan internet dalam pembelajaran, berupa keharusan menyediakan dana anggaran penyediaan peralatan teknologi informasi pendukungnya.
  • Biaya perawatan dan operasional.
  • Sumber daya yang memadai dalam pengeloaannya, baik teknisi maupun operatornya.
  • Memberikan penyadaran (awareness) baik terhadap guru maupun siswa akan pentingnya teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran.
Sehingga pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan memungkinkan peserta didik belajar secara mandiri melalui media yang senantiasa berkembang, serta dapat dilakukan melalui sebuah proses pembelajaran di kelas, maupun masyarakat belajar (learning society)yang dapat dilakukan sepanjang hayat (long life education).
Dengan demikian, hal yang paling mendasar dalam penerapan internet di sekolah adalah tekad, kesiapan, da kesungguhan institusi yang diwujudkan dengan suatu kebijakan yang menyeluruh, meliputi kebijakan berubahnya strategi pembelajaran, kebijakan mengenai manajemen dan prosedur, kebijakan mengakses internet dan lain-lain. Karena kesemua itu merupakan kunci utama keberhasilan pendayagunaan untuk pembelajaran di lingkungan sekolah.
Selain itu pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan sebagai media belajar jarak jauh (BJJ) melalui siaran radio, televisi, dan internet berupa layanan tele/video conference yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, pendidikan dan pelatihan di lingkungan tenaga kependidikan yang berada di daerah terpencil maupun daerah kepulauan. Tentunya dengan memperhatikan berbagai pertimbangan dan perbandingan kegiatan konvensional yang dilakukan selama ini.

6. Media Informasi atau Media Tranparansi dan Pelayanan Publik?
Isu terakhir yang penulis angkatkan adalah kecendrungan pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan (e-goverment) melalui berbagai situs pemerintah daerah yang cenderung hanya berfokus pada promosi berbagai potensi daerah guna menarik berbagai investor, dengan melupakan berbagai upaya transparansi dan pelayanan online bagi masyarakat.
Disamping itu, konten dari situs tersebut sangat jarang sekali untuk di update mengenai info dan kegiatan terbaru. Hal ini dapat disebabkan pengelolaan yang kurang optimal, serta belum terintegrasinya berbagai situs lembaga yang ada di daerah tersebut kedalam situs utama (pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/ kota). Sehingga informasi dapat tertata dan lebih menyeluruh mengenai perkembangan yang ada dalam pengelolaan pemerintahan di daerah tersebut.

E.    KESIMPULAN DAN SARAN
Melalui bebarapa pandangan diatas, penulis menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
  1. Pemanfaatan teknologi informasi hendaklah dibarengi dengan kemampuan sumber daya manusia yang memadai, sehingga dapat terus mengikuti perkembangan teknologi informasi. Hal ini dibarengi dengan kriteria penyebaran gagasan yang menyangkut pemikiran inovatif dalam memperkenalkan penemuan teknologi baru, sebagaimana diungkapkan Everett M. Rogers melalui bukunya Diffusion of Innovation, sebagai berikut:
  • Tahap menyadarkan (awareness stage)
  • Tahap menyampaikan informasi (information stage)
  • Tahap mencoba menerapkan gagasan (trial stage)
  • Tahap menentukan sikap menerima atau menolak (adaption stage).
2.      Fokus utama pemanfaatan teknologi informasi hendaklah difokuskan kepada faktor manusianya. Seorang antropolog terkemuka Ashley Montagu dalam buku ”Communication Evolution and Education”, dengan tegas menyatakan “the most important agency through which the child learns to be human is communication, verbal also non verbal”. Dengan demikian komunikasi erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia yang menimbulkan respons melalui lambang-lambang verbal maupun non verbal. Oleh karena itu perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tidaklah semata-mata pada nilai fisik sesuatu proyek saja, tetapi yang lebih penting lagi adalah faktor manusianya.

3.      Peran serta pemerintah, praktisi, dan masyarakat dalam mengontrol, memberi masukan, dan mengevaluasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi merupakan kunci utama keberhasilan masyarakat era teknologi informasi.

4.       Berbagai kecenderungan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang kita temui dewasa ini, merupakan sebuah aktivitas dari keinginan pribadi dan kelompok yang memanfaatkannya untuk sebuah kemajuan dan sarana membantu aktivitas manusia sehari-hari. Namun adakalanya dipergunakan sebagai sarana kepentingan pribadi maupun kelompok dengan dalih mengatasnamakan sebuah kreativitas yang menjurus kepada kejahatan logic bomb atau unsmoking gun, yakni senjata maut yang tidak berasap dan tidak memberikan tanda bahaya terlebih dahulu.

Adapun saran penulis kepada para pengguna jasa teknologi informasi dan komunikasi, agar dapat memperhatikan empat pokok aktivitas para ahli komunikasi yang disebutkan Harold Lasswell berbicara tentang ”the structure and function of communication insociety” dalam bukunya The Communication of Ideas, sebagai berikut :
  1. Pengawasan lingkungan (surveillance) : Pengawasan menunjukkan pengumpulan dan distribusi informasi mengenai kejadian-kejadian yang berlangsung di lingkungan sekitarnya, baik di luar, maupun di dalam suatu masyarakat tertentu.
  2. Korelasi antar bagian masyarakat dalam menanggapi lingkungan (correlation). Korelasi di sini meliputi interpretasi informasi mengenai lingkungan dan pemakaiannya untuk berprilaku dalam reaksinya terhadap peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian yang berlangsung.
  3. Transmisi warisan sosial dari suatu generasi ke genarasi berikutnya (cultural transmission). Transmisi warisan sosial (sosial heritage) berfokus pada komunikasi pengetahuan nilai-nilai dan norma-norma sosial dari satu generasi ke generasi lain atau dari anggota-anggota suatu kelompok kepada pandatang baru. Pada umumnya aktivitas ini diidentifikasikan sebagai aktivitas pendidikan.
  4. Hiburan (entertainment). Penekanan hiburan di sini menunjukkan pada tindakan-tindakan komunikatif yang terutama dimaksudkan untuk menghibur, dengan tidak melupakan jenis sarana komunikasi yang dipilihnya.